Sumber data utama dalam penelitian adalah biasanya informan kunci di sekolah, misalnya kepala sekolah atau guru tertentu. Alasan ditetapkannya kepala sekolah (atau yang lain) sebagai informan kunci karena yang bersangkutan memiliki otoritas kepemimpinan tertinggi dalam satuan pendidikan. Di samping itu, kepala sekolah dianggap sebagai seseorang yang paling mengerti dan bertanggung jawab terhadap berlangsungnya pendidikan di sekolah.
Di samping kepala sekolah, peneliti juga akan mencari informan-informan lain yang dianggap dapat melengkapi informasi yang dibutuhkan. Informan-informan lain tersebut adalah para wakil kepala sekolah atau jabatan lain yang selevel, guru, pegawai, wali murid, siswa dan lainnya, yang ditentukan dengan teknik snowball sampling.
Data primer mengenai visi, misi, nilai, dan strategi kepemimpinan yang dijaring melalui observasi antara lain keadaan fisik seko¬lah, upacara dan ritual, rapat-rapat, suasana proses belajar mengajar, dan kegiatan lainnya yang relevan dengan fokus penelitian. Sedang¬kan yang dijaring melalui wawancara antara lain filosofi, visi, misi, cita-cita, ideologi, nilai, harapan, keyakinan hidup, pandangannya mengenai sekolah yang baik, dan lainnya yang relevan dengan fokus penelitian.
Mengenai sumber data yang dijaring dari studi dokumentasi adalah data yang diperkirakan dibutuhkan untuk melengkapi atau memperkuat fakta-fakta penelitian ini, antara lain tentang 1) kurikulum dan pembelajaran; 2) kesiswaan; 3) ketenagaan, dan 4) sarana dan prasarana.
Rujukan:
1. Rulam Ahmadi, Memahami Metodologi Penelitian Kualitatif (Malang: UIN Malang Press, 2005), 63.
2. Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan; Kompetensi dan Prakteknya (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), 75.
Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang
Sumber: www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.comM. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar